1. PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan
aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik,
kebudayaan dan sebagainya.
Berbeda dengan mahluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam
kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok bahasan ini, akan di
telaah mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan
timbulnya perantara sebagai akibat perkembangan kebudayaan.
2. PERTUMBUHAN
PENDUDUK
Penduduk-penduduk
di setiap negara di seluruh dunia, menempati wilayah dan alam serta geografis
tertentu. Menurut data yang dihimpun dari Biro Statistik masing-masing negara,
kepadatan penduduk dunia berdasarkan jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika,
Amerika, Eropa, dan terakhir Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk
sekitar 4,2 milyar orang. Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar
orang. Lalu Amerika dengan sekitar 950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania
masing-masing dengan sekitar 700 juta dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk
dunia di masing-masing benua ini, estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012
sudah mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah yang lumayan signifikan
menghitung pada tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5 Milyar orang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor
demografi antara lain yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas,
disrupsi perkawinan, proporsi perkawinan, dll.
Angka Kematian
Kasar atau Crude Death Rate adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah
kematian penduduk per 1000 penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada
pertengahan tahun tertentu. Adapun rumus menghitung angka kematian kasar
adalah:
CDR = Jumlah kematian penduduk dalam tahun
tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X 1000 orang (bilangan
konstan)
Angka Kematian
Khusus atau Age Spesific Death Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan
banyaknya kematian setiap 1000 penduduk pada golongan umur tententu dalam satu
tahun. Adapun rumus menghitung angka kematian khusus adalah:)
ASDR = Jumlah kematian penduduk umur tententu dalam
satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam satu tahun X 1000 orang
(bilangan konstan)
Migrasi juga
merupakan salah satu faktor-faktor pertambahan dan pengurangan penduduk di
suatu wilayah tertentu. Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi demografi dan tingkat kepadatan penduduk di wilayah tertentu.
Migrasi sendiri adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke suatu wilayah
lainnya. Migrasi terdiri dari Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional.
Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara
lain yang melewati batas teritorial suatu negara. Imigrasi dan Emigrasi
merupakan salah jenis-jenis migrasi internasional. Sedangkan Migrasi Nasional
adalah perpindahan internal atau dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya
dalam lingkup suatu negara tertentu. Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara
lain salah satunya adalah Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu
contoh dari migrasi. Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk
mengurangi kepadatan penduduk dalam suatu wilayah dengan meawa contomindahkan penduduk
itu sendiri dari wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang
tingkat kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian
negara itu sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat
untuk mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain
di Jhnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke
Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak,
akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya
perekonomian wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf
hidup masyarakat penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang
berdampak pada pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun,
menghormati, dan menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling
menguntungkan satu sama lain.
Struktur
penduduk suatu negara biasanya menggunakan kriteria umur atau berdasarkan umur
untuk struktur negaranya. Struktur penduduk berdasarkan kriteria umur antara
lain:
a.Penduduk muda : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya
muda dengan kisaran umur 0-14 tahun
b.Penduduk dewasa : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian
penduduknya dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun
c.Penduduk tua :
Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya tua
dengan kisaran umur 65 tahun ke atas
Piramida
Penduduk
Piramida
penduduk biasanya menampilkan dan menyajikan data penduduk yang menunjukkan
komposisi penduduk menurut struktur penduduk yaitu umur dan jenis kelamin dalam
bentuk diagram batang Keterangan umur disusun secara verikal dengan
garis/batang secara horizontal dengan angka sebagai penunjuk banyaknya penduduk
pada umur tersebut. Keterangan jenis kelamin biasanya disebelah kiri dan
perempuan di sebelah kanan. Piramida Penduduk ada beberapa jenis dan macamnya,
antara lain: Piramida berbentuk segitiga (limas), Piramida berbentuk sarang
tawon (batu nisan), dan Piramida berbentuk segi empat.
Rasio
Ketergantungan (Dependency Ratio)
Rasio
ketergantungan adalah angka perbandingan yang manampilkan beban besar
tanggungan dari kelompok usia produktif yaitu penduduk dewasa dengan kisaran
umur 15-64 tahun. Kelompok usia produktif inilah yang juga menanggung kelompok
usia muda ( 0-14 tahun ) dan kelompok usia tua (65 tahun ke atas). Semakin
besar rasio ketergantungan kelompok usia non produktif terhadap kelompok usia
produktif, semakin besar pula beban yang ditanggung kelompok usia produktif.
Sebagai contoh rasio ketergantungan suatu negara 75. Berarti 100 orang dari
kelompok usia produktif menanggung biaya dan beban hidup 75 orang dari kelompok
usia non produktif. Akibat dari rasio ketergantungan yang besar maka beberapa
dampaknya antara lain:
a. Menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.
b.
Pendapatan perkapita daerah menjadi rendah atau turun.
c. Daya masyarakat untuk
menabung berkurang atau rendah.
3. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Perkembangan
budaya selalu terjadi di setiap bagian negara di setiap belahan dunia. Seiring
bertambahnya waktu dan seiring pesatnya perkembangan jaman, perkembangan budaya
di suatu negara menunjukkan adanya perubahan dan kehidupan berbudaya dalam
suatu negara. Perkembangan budaya di Indonesia pada era globalisasi ini semakin
menunjukkan data dan bukti yang cukup bahwa di Indonesia pun mengalami
perubahan dan perkembangan. Baik masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga
masih terjaganya tradisi dan budaya asli yang melekat sebagai identitas bangsa
Indonesia yang tumbuh sejak jaman dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur
bangsa Indonesia. Kemajuan ilmy teknologi dan informasi juga merupakan faktor
penting dalam perkembangan budaya di Indonesia. Sebab pada era modern seperti
sekarang, informasi dan komunikasi berkembang pesat antara pengguna teknologi,
baik melalui internet, sosial media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK
inilah yang seharusnya dapat kita waspadai apabila budaya asli kita orang
Indonesia bakal tergerus dengan budaya bangsa asing yang terus menerus datang
seiring berjalannya waktu. Kita pun harus segera bisa untuk mengantisipasi dan
menyaring budaya asing yang sesuai dengan budaya asli kita orang Indonesia.
Karena apabila kebudayaan kita yang telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri
hilang tergerus budaya asing, maka hilanglah pula identitas bangsa Indonesia
sebagai bangsa dengan seribu etnik dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya
marilah kita tetap menyanjung, melestarikan, mempelajari, mengamalkan,
menghargai agar tetap dikenal bangsa orang lain dan tetap terjaga
kelestariannya.
Kebudayaan
Hindu-Buddha
Unsur
Hindu-Buddha di Indonesia sampai sekarang cukup banyak. Terlihat dengan masih
adanya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Buddha sebagai peninggalan
kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Unsur Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan
juga sangat dominan sebagai warisan kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi
Borobudur dan Candi Prambanan.
Kebudayaan
Islam
Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang cukup dominan, seperti
masjid-masjid dan tatanan hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih berkembang
daripada ajaran Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal kasta/tingkatan4.KEBUDAYAAN BARAT Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta berkoar-koar dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing yang secara pesat masuk ke Indonesia!
a.Industry Development atau Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh
industri transportasi dan komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa
menjadi lebih kuat dan lebih bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri,
dengan menggunakan tenaga dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan
mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia
b.Perubahan Pola Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari
banga barat seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang
Irrasional menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal
guna menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk
kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.
c.Kemajuan IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat
menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam
teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan
memotivasi untuk lebih maju.
Selain dampak
positif, tentu ada juga dampak negatifnya antara lain:
a.Adanya kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung individualisme karena mereka
sudah merasa mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan
bantuan orang lain dalam kehidupannya.
b.Banyak barang impor di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang diimpor
merajalela dalam pasar Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam negeri
menjadi kurang laku dan kurang banyak yang membeli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar